Mengenal Jenis Serta Sejarah Kopi Yang Perlu Kamu Ketahui

Mengenal Jenis Serta Sejarah Kopi Yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis kopi didunia sangatlah beragam, salah tiga dari kopi yang paling terkenal dan banyak dikonsumsi dipenjuru dunia adalah:

  • Arabika,
  • Robusta atau Canephora,
  • Liberika.
  • Ekselsa

Ketiga kopi tersebut merupakan kopi terbaik didunia.

Tidak hanya ketiga itu saja, kopi juga dibedakan dari asalnya. Negara kita sendiri memiliki kopi nusantara yang rasanya tidak kalah enak, bahkan ada beberapa kopi lokal kita yang terkenal sampai ke mancanegara, seperti :

  • Gayo
  • Sidikalang
  • Toraja
  • Wamena

Tidak hanya itu, kopi juga diklasifikasikan lagi dari cara pembuatannya. Kopi dibedakan menjadi 2 jenis yakni Espresso dan Manual Brew.

Apa itu Espresso?

Kopi Espresso
Source : Pexels

Espresso merupakan kopi yang dihasilkan dengan cara mengekstrak biji kopi yang sudah menjadi bubuk dengan cara menyemburkan air panas dibawah tekanan yang tinggi.

Dan beberapa ordo kopi espresso yang mendunia adalah:

  • Espresso
  • Americano
  • Cappucino
  • Latte
  • Affogato

Kalsifikasi kopi menurut cara pembuatan yang kedua adalah manual brew.

Apa itu manual brew?

Kopi Manual Brew

Sederhananya, manual brew adalah menyeduh kopi secara manual tanpa mesin espresso.

Dan beberapa jenis manuel brew yang paling mashyur adalah:

  • Moka Pot
  • Kopi Tubruk
  • Vietnam Drip

Sejarah Serta Kekurangan dan Kelebihan Jenis Kopi

Dari semua varietas kopi diatas, hanya ada 4 kasta yang paling terkenal dan paling laku dipasaran, yakni: Arabika, Robusta, Liberika, dan Ekselsa. Mari kita lihat sejarah keempat kopi yang paling terkenal ini.

Tetapi, dari keempat kopi tersebut, memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, mari kita simak.

1. Jenis Kopi Arabika

Kopi Arabika
Source : Pexels

Kopi Arabika berasal dari Negri Samba atau Brazil. Kopi Arabika adalah varietas kopi yang paling pertama ditemukan dan dibudidayakan oleh manusia hingga saat ini.

Kopi Arabika memiliki ciri-ciri komposisi tanaman yang akarnya lebih dalam, daunnya pipih, ranting tanaman yang lentur, bentuk biji kecil dengan warna hjijau tua sampai merah gelap.

Tanaman kopi Robusta memerlukan masa 9 bulan untuk berbunga dan berbuah. Kopi arabika biasanya tumbuh pada ketinggian 700-1700 mdpl (meter diatas permukaan laut) dengan temperatur 16-20 derajat celcius.

Kelemahan dari kopi ini adalah rentan terhadap penyakit HV (Hemileia Vastarix) yang menyebabkan penyebabkan karat pada daun kopi.

Tetapi, kualitas biji kopi ini jauh lebih baik dibandingkan kopi Liberika dan Robusta. Dan jenis kopi Arabika juga terkenal dengan rasanya yang nikmat dan aromanya yang kuat dan sedap.

Kopi Arabika saat ini merupakan penguasa pada sebagian besar pasar kopi dunia, dan harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis kopi yang lainnya. Di Indonesia sendiri kita bisa menemukan kopi Arabika dari Aceh hingga Papua.

2. Kopi Robusta

Kopi Robusta
Source : Pexels

Kopi Robusta pertama kali ditemukan di negara Kongo. Kopi ini dapat berkembang dengan baik pada ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur 21-24 derajat celcius.

Kopi Robusta lebih kebal terhadap serangakan penyakit urat daun. Biasanya, kopi ini membutuhkan masa 10-11 bulan untuk proses pembuahan dari bunga sampai jadi buah.

Kekurangan dari kopi Robusta adalah, rasanya kurang mantap dan rasanya lebih pait dibanding kopi Arabika. Harganya yang jauh lebih murah dari kopi Arabika, membuat kopi ini mempunyai julukan kopi murah di Indonesia.

3. Kopi Liberika

Kopi Liberika
Source : Pexels

Kopi Liberika ditemukan di Liberia, Afrika Barat.

Kopi ini bisa tumbuh 9 meter diatas tanah. Kopi Liberika mempunyai ukuran daun, bunga, cabang, buah, dan pohon yang lebih besar daripada Arabika dan Robusta.

Kopi Liberika cukup rentan akan penyakit akar daun.

Memiliki kualitas buah yang terbilang rendah, tetapi kopi ini dapat berbuah sepanjang tahun dan dapat tumbuh dengan baik didataran rendah.

Kopi Liberika yang pernah masuk ke Indonesia adalah dari varietas Ardoniana dan Durvei.

4. Jenis Kopi Ekselsa

Kopi Ekselsa
Source : Google

Kopi Ekselsa ditemukan pertama kali didekan Danau Chad, Afrika Barat.

Kopi Ekselsa sangat mudah untuk dibudidayakan karena kopi ini tidak mudah terserang penyakit, dan juga kopi ini bisa ditanam dilahan gambut.

Di Indonesia sendiri, kopi jenis ini mudah ditemui di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, karena medannya yang rendah dan basah sangat mendukung untuk ditanam kopi jenis ini.

Walaupun harga dan kualitasnya masih jauh lebih rendah dibanding jenis Arabika dan Robusta, tetapi kopi ini banyak dibudidayakan oleh para petani kopi karena kopi satu ini tidak mudah terkena penyakit.

 

 

Leave a Reply

Close Menu