Hal Yang Mungkin Hanya Dirasakan Santri

Hal Yang Mungkin Hanya Dirasakan Santri


Apa sih yang kalian pikirkan tentang pondok pesantren itu?

Disini saya akan menjelaskan kepada kalian apa-apa yang mungkin tidak anda ketahui mengenai lingkup pondok pesantren.

Asing

Ini merupakan hal pertama yang akan dirasakan oleh orang yang baru pertama kali mondok. Pasti rasanya sangat asing.

Ntah asing dengan pakaiannya, budayanya, ataupun hal lain yang baru mereka lihat.

Mungkin kalau ada orang yang sudah biasa melihat hal ini walaupun belum pernah nyantri, mereka akan asing dengan orang-orang.

Karena mereka akan hidup berdampingan selama nyantri.

Mungkin bagi orang yang gampang bergaul itu bukan masalah yang besar, tapi kalau untuk orang introvert mereka bisa saja ga betah dan malah keluar nantinya.

Apa-apa Antri

santri sedang antri mengambil makan
Source: Google

Ini juga merupakan hal yang paling menyebalkan dipesantren.

Apa-apa harus antri. Makan antri, mandi antri, tidur antri.

Saya punya cerita tentang pengalaman pertama saya saat pertama kali nyantri jadi santri baru.

Saat saya beranjak bangun pagi untuk persiapan sholat subuh, saya pun pergi ke toilet, saya pun terkejut karena kita pengen ke toilet aja antri.

Setelah menunggu giliran untuk memasuki toilet sambil terkantuk-kantuk, saya pun akhirnya bisa masuk dan buang hajat.

Tapi setelah itu, saya pun terkejut lagi dengan antrian tempat wudhu. “Udah airnya kecil, rame pula.” gumam saya dalam hati.

Memang benar, menurut sebagian orang antri adalah budaya santri.

Tidak Betah

Ini rasa yang paling lumrah untuk para santri, mau santri yang sudah lama, ataupun santri baru.

Faktornya banyak, mulai dari mereka yang susah dapet temen, atau bahasa kerennya introvert. Karena mereka selalu menutup diri mereka dari orang lain. Kalau ini mungkin terjadi untuk santri baru.

Kalau faktor untuk santri lama adalah, mungkin mereka mempunyai masalah didalam pondok, atau peraturan yang mereka jalani terlalu mengekang, atau mungkin juga mereka sudah merasa jenuh dan kurang motivasi.

Pelit juga merupakan salah satu faktor yang membuat kita tidak betah. Karena dengan pelit kita bisajadi dicengin atau dijauhin oleh teman-teman.

Karena kita kan hidup barengan, masa kita mau pelit?

Tapi diantara semua itu, banyak yang survive dan memilih bertahan sampai lulus karena mereka mengoreksi diri mereka, dan merubah hal yang salah didalam diri mereka.

Dan ada juga yang keluar. Tapi itu bukan salah mereka juga. Mungkin juga mereka sudah berusaha mengoreksi diri tapi tetap tidak ada jalan selain keluar.

Ya kita berdo’a saja, semoga yang memutuskan untuk keluar dari pondok bisa menjadi orang baik diluar nantinya.

Peraturan

lampu lalu lintas melambangkan peraturan
Source: Pixabay

Ya peraturan. Memang, sekolah luar pun ada peraturannya, tapi tidak sekompleks peraturan yang ada dipondok.

Pernah dengar dengan istilah pondok pesantren sebagai Penjara Suci? Apakah anda tau mengapa demikian?

Karena kita tidak diperkenankan membawa alat komunikasi dengan alasan apapun, tapi namanya santri mempunyai pedoman “peraturan ada untuk dilanggar”.

Kita juga jarang mengetahui kondisi diluar pondok, alias gaada TV untuk mengetaui berita diluar, tidak boleh main saat keluar pondok, dan sebagainya.

Lalu juga peraturan tentang keseharian yang sangat banyak.

Mulai dari pakaian sholat yang harus lengkap, datang ke Masjid sesuai dengan waktu yang sudah ter-maktub didalam peraturan, memakai bahasa Arab atau Inggris dalam keseharian, dan masih banyak lagi.

Keluar Jum’at

Disetiap pondok pasti punya waktu keluar secara keseluruhan sendiri, kalo dipondok saya sendiri waktu keluar itu setiap hari Jum’at 2 minggu sekali.

Keluar pun gak sembarang keluar, keluar pun ada peraturannya juga.

Mulai dari gak boleh main warnet, main PS, dll.

Terus juga pakaian keluar harus memakai kemeja atau koko dan celana yang sopan.

Hukuman

santri botak karena melanggar
Source: Google

Kalau ada peraturan, sudah pasti ada konsekuensi bagi para santri yang melanggar peraturan.

Setiap pelanggaran mempunyai hukuman yang beda-beda.

Karena pelanggaran juga ada klasifikasinya. Mulai dari yang ringan sampe yang berat.

Misalnya hanya melanggar tidak memakai pakaian sholat hukumannya hanya push-up, sit-up, dll.

Kalau ketahuan main warnet atau main PS saat keluar Jum’at dihukum dengan hukuman yang lebih berat, dan tidak boleh keluar diwaktu keluar selanjutnya (biasanya 2 minggu sekali).

Tapi kita jangan meremehkan pelanggaran yang ringan, karena pelanggaran itu akan di hitung, dan bisa jadi pelanggaran yang kecil itu bisa jadi besar karena terus kita ulangi.

Dan hukuman terakhir adalah dibotak. Entah mengapa dibanyak pondok pesantren pasti punya peraturan ini.

Setelah dibotak masih juga melanggar, maka orangtuanya akan dipanggil ke pondok.

Kalau setelah dipanggil orangtuanya ke pondok masih juga melanggar, jalan terakhir ada dipulangkan kerumahnya.

Makan Bareng

santri sedang makan bareng
Source: Google

Makan bareng dinampan memiliki kenikmatan sendiri.

Saya pribadi merasakan kalo makan dinampan itu lebih terasa enak, walaupun lauk seadanya.

Dan juga kalau makan dinampan yang ngambil makan bisa bergantian, ga kaya makan sendiri, ya kita yang ngambil terus setiap hari.

Dan menurut penelitian juga makan senampan bisa mempererat hubungan pertemanan.

Baca Juga: https://dhiaco.com/leuwi-lieuk-surga-dipinggiran-jakarta/

Tapi ada kekurangannya kalau makan dinampan.

Kekurangannya adalah yang suka makan dinampan biasanya suka makan berceceran, dan juga mereka membuang nasi karena tidak habis.

Sampai satu waktu pondok saya pernah menyita nampan-nampan yang ada dipondok dan melarang untuk makan dinampan lagi.

Walaupun lama-lama peraturan itu hilang dengan sendrinya.

Ghosob

Bagi kalian yang tidak tau ghosob, ghosob adalah memakai barang orang dengan tidak sepengetahuan/tidak izin kepada yang punya.

Salah satu kasus yang sering terjadi adalah saat pemilik ingin berangkat Sholat ke Masjid, dan sendalnya sudah sampai ke Masjid sebelum pemiliknya berangkat.

Ini hal yang sangat lumrah terjadi, walaupun hal ini sangat tidak baik, dan juga bisa menimbulkan pertengkaran antara pengoshob dan orang yang dighosob.

Pinjam-Meminjam, Minta-Meminta

Namanya hidup barengan, ga mungkin kan kita memakai parang kita sendiri.

Pasti ada aja teman di pondok yang meminjam barang kita walaupun ujung-ujungnya barang itu ga balik lagi.

Ada juga pasti diantara teman kita yang misalnya gak punya deterjen, sabun, atau shampoo dan meminta kepada orang yang punya.

Walaupun tidak baik meminta terus, tapi itu lah realitanya kalau hidup bersama.

Kita juga bisa melatih ke-ikhlasan hati kita degan hati ini

Utang

gambar uang
Source: Pixabay

Kita hidup dipesantren, pastilah nggak semua teman kita berkecukupan. Pasti ada saja orang yang kurang mampu, dan memiliki kebutuhan yang urgent dan harus meminjam uang temannya. Kita harus peka kalo ada temen yang begini.

Tapi ada juga, santri yang duitnya banyak, terus dia ngutang dan sering ga dibayar.

Butuh waktu lama untuk nunggu dibayar, dan butuh ditegur tiap hari biar bisa bayar.

Ada juga emang yang setiap bulan dia “Gali Lobang-Tutup Lobang”.

Setiap bulan kerjaannya ngutang, setiap bulan juga dia bayar utang (bersyukur kalo punya temen begini).

Leave a Reply

Close Menu